Modul 1




MODUL 1

General Input dan Output

1. Pendahuluan [Kembali]

    Pada praktikum ini dilakukan pengujian sistem input dan output menggunakan mikrokontroler STM32 melalui beberapa rangkaian percobaan. Setiap percobaan bertujuan untuk memahami bagaimana mikrokontroler merespons kondisi input tertentu dan menghasilkan output yang sesuai.

Pada Percobaan 1 (Kontrol Lampu Lorong), sistem memanfaatkan sensor PIR (Passive Infrared) dan touch sensor sebagai input, serta LED dan buzzer sebagai output. Ketika sensor tidak mendeteksi adanya pergerakan, mikrokontroler tidak menerima sinyal aktif dari sensor PIR. Akibatnya, sistem tidak mengaktifkan output sehingga LED dan buzzer tetap dalam kondisi mati. Hal ini menunjukkan bahwa sistem bekerja sesuai dengan logika dasar, yaitu output hanya akan aktif apabila terdapat input berupa deteksi gerakan atau aktivasi melalui touch sensor.

Sementara itu, pada Percobaan 2 (Sistem Deteksi Jarak Parkir Mundur), sistem menggunakan switch sebagai pengendali utama dan sensor infrared untuk mendeteksi objek. Saat switch berada pada posisi OFF, sistem tidak akan aktif meskipun sensor infrared mendeteksi objek atau tidak. Oleh karena itu, seluruh output seperti LED dan buzzer tetap dalam kondisi mati. Ini menunjukkan bahwa switch berperan sebagai kontrol utama (enable/disable) sistem, sehingga tanpa aktivasi dari switch, mikrokontroler tidak akan menjalankan logika output.

Dari kedua percobaan tersebut dapat disimpulkan bahwa kondisi input sangat menentukan keluaran sistem. Jika tidak ada sinyal input yang aktif, maka mikrokontroler akan mempertahankan output dalam keadaan mati sesuai dengan program yang telah dirancang. Hal ini mencerminkan prinsip dasar sistem kontrol digital berbasis mikrokontroler.

2. Tujuan [Kembali]

  • Memahami cara penggunaan input dan output digital pada mikrokontroler
  • Menggunakan komponen input dan output sederhana dengan STM32NUCLEO G474RE
  • Menggunakan komponen Input dan Output sederhana dengan STM32F103C8

3. Alat dan Bahan [Kembali]

  1). supply

            



        2). resistor

                                   




        3). Push button

                                            



        4). Switch

                                                                        

Mengupload: 31192 dari 31192 byte diupload.


        5.) Buzzer

                                                                        


        6.) LED

                                                                


    7.) Relay

                                                                        



  8.) Breadboard

                                                                


  9.) Touch Sensor



      10.) PIR Sensor

       



 11.) Infrared Sensor





12.) Flame Sensor




13.) STM 32 NUCLEO G474RE

 


14.) STM32F103C8


1.3.1 General Input Output

Input adalah semua data dan perintah yang dimasukkan ke dalam memori untuk diproses lebih lanjut oleh mikroprosesor. Sebuah perangkat input adalah komponen piranti keras yang memungkinkan user atau pengguna memasukkan data ke dalam mikroprosesor. Output adalah data hasil yang telah diproses. Perangkat output adalah semua komponen piranti keras yang menyampaikan informasi kepada orang-orang yang menggunakannya. Pada STM32F103C8T6 dan STM32 NUCLEO G474RE pin input/output terdiri dari digital dan analog yang jumlah pin-nya tergantung jenis mikrokontroller yang digunakan. Input digital digunakan untuk mendeteksi perubahan logika biner pada pin tertentu. Adanya input digital memungkinkan mikrokontroler untuk dapat menerjemahkan 0V menjadi logika LOW dan 5V menjadi logika HIGH. Membaca sinyal digital pada mikrokontroller dapat menggunakan sintaks digitalRead(pin); Output digital terdiri dari dua buah logika, yaitu kondisi logika HIGH dan kondisi logika LOW. Untuk menghasilkan output kita dapat menggunakan sintaks digitalWrite(pin,nilai); yang sebelumnya pin sudah diset ke mode OUTPUT, lalu parameter kedua adalah set nilai HIGH atau LOW. Apabila pin diset dengan nilai HIGH, maka voltase pin tersebut akan diset ke 5V atau 3.3V dan bila pin diset ke LOW, maka voltase pin tersebut akan diset ke 0V.

1.3.2 STM 32 NUCLEO G474RE

STM32 NUCLEO-G474RE merupakan papan pengembangan (development
board) berbasis mikrokontroler STM32G474RET6 yang dikembangkan oleh STMicroelectronics. Board ini dirancang untuk memudahkan proses pembelajaran, pengujian, dan pengembangan aplikasi sistem tertanam (embedded system), baik untuk pemula maupun tingkat lanjut. STM32 Nucleo-G474RE mengintegrasikan antarmuka ST-LINK debugger/programmer secara onboard sehingga pengguna dapat langsung melakukan pemrograman dan debugging tanpa perangkat tambahan. Adapun spesifikasi dari STM32 NUCLEO-G474RE adalah sebagai berikut: 

 


1.3.3 STM32F103C8

STM32F103C8 adalah mikrokontroler berbasis ARM Cortex-M3 yang dikembangkan oleh STMicroelectronics. Mikrokontroler ini sering digunakan dalam pengembangan sistem tertanam karena kinerjanya yang baik, konsumsi daya yang rendah, dan kompatibilitas dengan berbagai protokol komunikasi. Pada praktikum ini, kita menggunakan STM32F103C8 yang dapat diprogram menggunakan berbagai metode, termasuk komunikasi serial (USART), SWD (Serial Wire Debug), atau JTAG untuk berhubungan dengan komputer maupun perangkat lain. Adapun spesifikasi dari STM32F4 yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:


Komentar